Arsip untuk Juni 8th, 2008

h1

Metode Galian Fondasi dan Terowongan Untuk Pekerjaan Jalan (1)

8 Juni, 2008

Pada pekerjaan jalan mungkin saja ada pekerjaan galian tanah untuk fondasi bangunan atau bahkan terowongan. Disini diuraikan secara singkat saja.

1. Galian Fondasi

     Yang dimaksud dengan pekerjaan tanah disini adalah pekerjaan galian tanah untuk keperluan bangunan dibawah tanah / sub structure. Dimana bekas galian yang tidak diperlukan lagi oleh bangunan, akan ditimbun kembali, sesudah itu stabilitasnya tidak terganggu lagi.

     Galian disini sifat sementara, yaitu setelah struktur fondasi selesai dikerjakan , maka galian tanah akan ditimbun kembali . Oleh karena itu, tergantung kondisi lapangan yang ada, galian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misal lahan yang ada cukup luas, maka galian , akan dilakukan dengan slope sesuai dengan lereng alamnya agar tidak terjadi keruntuhan dengan tanpa perkuatan. Tetapi bila lahannya sangat terbatas, biasanya galian dibuat tegak dengan menggunakan perkuatan sementara, yang nantinya setelah struktur  fondasi selesai, perkuatan tersebut dibongkar kembali .

     Kemudian setelah itu, sisa galian yang ada ditimbun kembali dan dipadatkan, lihat gambar 1

2. Galian Terowongan

     Galian disini sifatnya juga sementara, sebelum lining terowongan dibuat. Volume galian terowongan selalu terjadi waste , karena tidak mungkin lobang yang diperlukan untuk struktur terowongan dapat dibuat persis. Jumlah waste yang terjadi, sangat tergantung dari jenis tanah yang ada. Makin keras tanah yang ada , maka wastenya akan lebih kecil, dibanding bila tanahnya lunak. Pengalaman ini diperlukan untuk menghitung jumlah volume galian yang diperlukan pada proses cost estimate.

     Untuk mengembalikan stabilitas tanah, maka setelah struktur terowongan selesai dibangun, sisa-sisa lobang yang ada harus segra ditutup kembali. Bila lining beton menggunakan beton maka sisa lobang yang tidak diperlukan oleh struktur juga harus diisi beton, bahkan terkadang juga diperlukan grouting untuk betul-betul dapat mengisi sisa lobang yang masih ada. Pengalaman ini juga penting untuk proses cost estimate. Lihat gambar 2

 (bersambung)

h1

Metode Quarrying

8 Juni, 2008

Quarrying merupakan merupakan kegiatan untuk memperoleh material batu dari suatu sumber material batu (biasanya berupa gunung/bukit yang mengandung batu di bawah permukaannya). Istilah lainnya adalah penambangan batu, yang hasilnya dipakai untuk timbunan maupun keperluan lainnya.

Macam-macam metode quarrying dapat dilihat pada gambar di bawah :

 

 

 

h1

Knowledge Center PT Brantas Abipraya

8 Juni, 2008

Assalamu’alaikum wr wb

Alhamdulillah, pada hari ini, 8 Juni 2008 jam 00.25 telah lahir blog untuk mewadahi Knowledge Management PT Brantas Abipraya, sebagai embrio penerapan pengelolaan semua “knowledge” yang dimiliki PT Brantas Abipraya. Blog ini sekaligus sebagai media “sharing” bagi siapa saja yang mencintai “knowledge”, khususnya yang ada hubungannya dengan jasa konstruksi.

Wassalamu’alaikum wr wb